Ikut Suami ke Jepang, Istri Ngapain?

country-japan
credit

Punya suami kerja di Jepang? Atau dapat beasiswa sekolah ke Jepang? Atau malah orang Jepang? Pastinya mau ikut doooongg…. Jepang gitu loh. Tapi setelah sampai di Jepang, malah kena culture shock, dan akhirnya homesick pengen pulang. Saban hari kerjaannya nangiiiisss melulu. Hehe. *tutup muka sendiri*

Ya abis gimana, nggak punya temen, bahasa juga nggak bisa, suami pergi sampai malam, kita ngapain dong? Telepon keluarga di Indonesia cuma bisa bikin kangen yang ujung-ujungnya mewek. *cengeng amat sih* 😛 Agak ceria kalau udah weekend, bisa pergi bareng suami walaupun cuma sekedar belanja. Pokoknya jadi bergantung banget sama suami lah. *Aku padamu, Pah!*

Nggak apa apa sih. Wajar kok. Tapi jangan lama-lama lah mellow nya. Cukup sehari dua hari aja. Hihihi. Abis itu move on. Tunjukkan kalau kita nih para istri tangguh yang tahan di setiap medan pertempuran. *Xena kali ye*

Jadi, mulailah atur strategi. Kata orang bijak, bahagia itu bukan pemberian, tapi dibikin sendiri. Bahasa kerennya mah, happiness is not given, it is made. Cieeh.

1. Cari Komunitas Indonesia

Yang pertama kali saya lakukan dulu adalah cari temen. Namanya mahluk sosial ya, nggak bisa hidup sendiri. Belum bisa temenan sama orang Jepang, ya cari temen orang Indonesia dulu lah. Caranya gimana? Manfaatin media sosial dong kakaaa. Di facebook bertebaran tuh grup-grup komunitas Indonesia di Jepang. Cari yang paling cocok trus join deh.

Kalau udah gabung di komunitas, biasanya suka menemukan hal-hal tak terduga. Eh, ternyata si anu tinggal deket situ, ternyata si inu kerja di situ, ternyata si ono junior saya waktu kuliah, dan sebagainya, dan sebagainya. Kalau udah gini, Jepang jadi terasa sempiiiitt. ^_^

Kalau saya dulu, pertama-tama cari komunitas muslim terdekat. Ini penting banget, selain menjalin silaturahim sesama saudara muslim, juga bisa cari info tentang makanan halal, kegiatan-kegiatan Islam di Jepang seperti sholat idul fitri dan sebagainya, juga bisa join pengajian-pengajian rutin.

2. Belajar Bahasa Jepang

Tinggal di negeri asing, tentunya pengen juga dong bisa bahasanya. Biar bisa tanya ini itu kalau mau belanja. Biar bisa ngobrol sama penumpang sebelah kalau naik bis atau kereta. Biar bisa ngelamar kerja di Jepang. Penting ini! ^^

Kalau saya, sebagai mantan mahasiswa sastra Jepang, bakal dikeplak suami kalau nggak bisa bahasa Jepang. Huee… Tapi bukan berarti saya nggak perlu belajar lagi. Kan saya musti pratekin bahasa Jepang saya ke orang Jepangnya langsung dong ya. *ngeles*

Jadi, saya pilih kursus bahasa Jepang yang gratis! Biasanya di tiap kota ada kursus bahasa Jepang gratis untuk orang asing. Ada jenjangnya juga. Tanyakan ke shiyakusho (kantor walikota/kecamatan) masing-masing ya. Ato cari infonya lewat internet. Lumayan kan bisa kursus langsung sama native, nggak mbayar pula. *emak irit*

Atau bisa belajar sendiri. Lewat online, lewat youtube, apa pun.

3. Eksperimen di dapur

Yaaa, namanya juga emak-emak, nggak jauh jauh dari dapur. Tapi dapur Jepang sama dapur Indonesia jelas beda. Dapur Jepang itu ada yang nggak punya bawang merah, adanya bawang bombay. Dapur Jepang itu ada yang nggak punya ulekan buat ngulek bumbu, adanya blender. Dapur Jepang itu ada yang nggak punya kemiri, ketumbar, kencur, kunyit, lengkuas, dan teman-temannya.

Jadi, walaupun udah masak berdasarkan resep dari mbah google dan ternyata hasil akhirnya terasa ada yang kurang, dimaklumi aja yaaaa. Hahaha.

Tapi karena tuntutan perut, ya dibela-belain deh bergelut bareng panci, penggorengan, dan saudara-saudaranya itu. Anehnya walaupun rasanya kadang ajaib, tapi bisa bikin hati puas dan senang.

Upload hasil eksperimen di medsos, eh malah dapet orderan. Ihiirrr…. lumayan kan nambah pemasukan. Siapa tau bisa jadi tukang bakso di Jepang, atau tukang kue, atau tukang roti, atau tukang dendeng balado. *lirik tetangga sebelah* 😀

4. Bikin Keterampilan

Jepang itu surganya DIY. Do It Yourself! Dulu waktu masih di Jakarta, suka banget liat-liat majalah luar negeri tentang keterampilan ini itu. Sampai di Jepang, ternyata memang orang-orang Jepang senang membuat sesuatu. Terutama kaum perempuannya. Dari mulai keterampilan jahit, rajut, sampai bikin kyaraben (bento karakter).

Nah, kita bisa coba bikin yang simple dulu. Tutorialnya cari di yutub atau majalah. Di TV pun ada program keterampilannya loh. Kalau udah jago, bisa jadi peluang bisnis kan? Aseekk…

5. Kerja Part-Time

Kalau udah ngerti sedikit sedikit bahasanya, paling nggak, sudah lancar hiragana katakana, dan percakapan dasar, bisa coba lamar kerja part-time. Pemegang visa dependent hanya bisa kerja maksimal 28 jam per minggu. Jadi nggak boleh kerja full yaaa.

Lowongan part-time bisa cari sendiri melalui internet, info dari teman, majalah-majalah lowongan kerja, atau pas lagi jalan-jalan nemu iklan lowongan. Atau mau coba cara saya? Datang ke Hallo work yang ada di kotamu. Hallo work ini adalah lembaga konsultasi pencari kerja. Kita bisa minta dicarikan lowongan yang sesuai kriteria kita. Nggak cuma itu, kita juga dibantu diteleponin untuk melamar. Dan semuanya gratis tis tis. Asik kan? Tapi pas wawancara dateng sendiri ye. 😛 Wawancaranya pake bahasa apa? Ya bahasa Jepang dong ya…. *ayo belajar belajar*

6. Sekolah lagi

Ini juga bisa dijadikan alternatif. Bagi yang mengejar mimpi untuk meneruskan sekolah, inilah saatnya. Tapi tentunya nggak mudah loh ya. Inget status yang sudah berumah-tangga. Apalagi kalau sudah punya anak. Semua butuh pertimbangan yang matang, ya waktunya, ya mentalnya, ya duitnya juga. Hahaha.

Itulah enam cara yang bisa dipilih untuk kegiatan para istri pendamping suami di Jepang. Kelihatannya seru, ya? Wooo… jangan salah. Tunggu sampai Anda mengalaminya sendiri. Emang enak tinggal di luar negeri? Hihihi.

Life Is What You Make It, Your Choices Make You, Choose To Not Live But Be ALIVE! -Annelise Rosada

***

10428573_977235438994670_2240834999589833158_nKartika Kusumastuti ~ mendampingi suami yang bekerja di Jepang, sejak tahun 2011. Selain menjadi ibu rumah tangga, ia juga bekerja part-time di tempat pembuatan bento.
Advertisements

7 thoughts on “Ikut Suami ke Jepang, Istri Ngapain?

  1. Waaah andai dulu udah baca ini mba 🙂
    Iya bener merasakan banget smuanya hihi.. Yg aku jalanin no 1-4. Yg 5 sama 6 ga ngalamin karena pas disana hamil dan melahirkan jd belum smpet kerja atau sekolah lagi (paling les bahasa aja)
    + 1 lagi mba, kalo aku travelling sama anak2. Jd ga nunggu2 waktu suami karena sibuk banget jd hampir tiap hari aku “keluyuran” sama anak2, biasanya bikin checklist main ke taman2, tempat main anak, museum dll

    Belajar jadi perempuan dan ibu yg lebih mandiri di sana, alhamdulillah

    Ganbatte ya mba..

    Like

  2. Sekarang saya ada di point ke 5 dan pengen mencoba ke point ke 6 insyaallah minta doanya ya. Asal bisa bahasa aja engak usah tergantunh suami lah kalau menurut saya ikut mama jepang aja. Mereka mamdiri tdk pernah tgu suami klu mau apa, semampunya kerjakan sendiri. Untuk mengisi waktu berkumpul dgn org2 indonesia salinh sering keluar dr rmh la intinya… klu dana keuangan terbatas pake sepeda jg bagus selain hitung buat olahraga juga. undang teman2 kerumah masak2 bareng sekalian menjalin silaturahmi jg. Dan yang paling enak banyak teman ibu2 org jpn sekalian belajar percakapan, mengatur pengeluaran tumah tangga jalan bareng supaya tau jalan selain mengunakan transportasi umum di jpn. Dan bisa belajar masak masakan jepang jg. Minta di kasih tau tempat belanja murah. Ibu2 jpn jg suka tu tempat belanja murah. Klu dia belanja kita jg bisa belanja khan selain kita tak bisa baca kanji khan bisa minta ajarin sama ibu2 jpnnya…cari aktivitas sendiri jgn tgu suami trs malah stress pengen plg ke indonesia aja..semoga bermanfaat ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s